Trading dan Investasi

ad1

Iklan Gratis

Viral Nikmatnya Anal Ayu Istri Teman

 Tradingan.com - Setelah beberapa kali aku tidur dengan wanita setengah baya yang begitu asik dan nikmat! Aku semakin senang bersetubuh dengan wanita wanita yang usia jauh lebih tua dariku. Ada perasaan puas bisa membuat mereka dapat mencapai titik persetubuhan yang sangat di idam idamkan oleh setiap wanita.

Setelah pertempuranku yang sangat melelehkan dengan Ibu Lastri, aku benar benar harus mengkonsumi beberapa multi vitamin dan berolahraga agar staminaku tetap fit. Apalagi tubuh Ibu Lastri yang begitu besar sehingga selain capai bergoyang aku juga harus menahan bobot tubuhnya yang kelewat besar,


Dua hari setelah pertempuranku dengan Ibu Lastri, Hpku berdering. Oh ya sekarang aku harus memakai 2 HP dengan nomor yang berbeda, yang satu khusus untuk menerima telfon dari wanita wanita yang mengajakku kencan dan yang satu lagi untuk keluarga dan teman temanku.
“Hallo Pento ya! Ini Ibu Lastri masih ingatkan?”
“Hallo Ibu Lastri apa khabar.., tentu aku masih ingat dengan Ibu!, ada apa nih Bu?”, tanyaku.
“Gini pen!, Ibu cerita sama temen Ibu tentang kamu, dan temen Ibu itu tertarik mau mencoba segala keramah tamahanmu, Gimana kamu maukan? Kalau kamu ok, temen Ibu itu sekarang ada di hotel Horison Lt empat.
“Wah, kenapa engak Ibu aja yang ngajak saya!, Ibu ngak puas ya sama saya! pelan sekali suaraku takut terdengar teman temanku yang lain.
“Ngaco kamu, kalau Ibu ngak puas, ngapain juga Ibu promosiin kamu sama temen Ibu!, iyakan”.
“Ok deh Bu Lastri saya mau, jam berapa saya bisa datang “.
“Terserah kamu!, kalau kamu bisa keluar dari kantor sekarang, sekarang aja kamu langsung kesana!, gimana jam berapa kamu bisa?

Setelah berpikir sejenak aku memutuskan untuk pulang kerja jam tiga sore, apalagi Ibu Mila belum kembali dari LN.
“Ok Bu Lastri, jam tiga saja aku pasti datang, oh ya.. nama temen Ibu siapa?
“Namanya Ibu Ayu, dia ada dilantai empat kamar xx, dan jangan kecewaiin Ibu ok, Ibu mau telfon temen Ibu dulu memberi kabar kalau kamu datang jam tigaan Bye “.

Wah ada rejeki nih, Cuma aku jadi berpikir lagi!, jangan jangan temen Ibu Lastri sama dengan Ibu Lastri yang bertubuh besar namun aduhai!, bisa celaka dua belas nih. Dengan alasan yang kubuat buat jam 2:30 aku ijin dari kantorku, dengan taksi aku meluncur ke daerah Ancol menuju hotel Horison.

Setelah masuk kedalam Lobby aku bilang sama receptionist kalau aku saudaranya Ibu Ayu di lantai empat dan mau berjumpa dengan beliau.


“Sebentar ya Pak saya tanya Ibu Ayu dulu”, jawab receptionist dengan ramahnya.
“Hallo sore Ibu Ayu maaf mengganggu, ini dari looby ada tamu yang mau bertemu Ibu “
“Namanya Pento Bu “.
“Iya.. iya selamat sore Bu”, jawab receptionist sambil menutup pembicaraan.
“Silakan Mas! lagsung naik saja sudah ditunggu “.
“Terima kasih Mbak”, jawabku

Setelah sampai diatas dan berada didepan kamar Ibu Ayu, jantung ku berdebar dengan keras!, aku agak sedikit grogi. Kuketuk pintu, tidak lama kemudian pintu terbuka.
“Pento ya?, mari masuk jangan bengong gitu dong, ntar kesambet si manis jembatan ancol lu “. sapa Ibu Ayu. Lanjut baca!

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Leave A Comment...

Viral Masuk Lobang Anus di Parkiran Motor

 Iklans.com - Tanggal 17 Agustus 2022 seharus menjadi tanggal dan hari yang paling spesial buatku, karena hari itu tepat usiaku 25 tahun, tapi kenyataan berkata lain, tanggal keramat tersebut justru menjadi saksi dari kejadian yang menimpaku dan sekaligus telah merubah jalan kehidupanku.

Begini ceritanya, pada sore hari kira-kira pukul 13.00 HP-ku berbunyi “haloo.. ” sahutku, hmm suara diujung sana sangat aku kenal itu suara boss ku ” ryan.. bisakah kau nanti malam kerumah mr. Jhonatan untuk mengambil data-data yang sangat kuperlukan, tolong kalau bisa dari rumah jhon langsung kau antar kerumah saya..okay” pinta boss ku, “baik pak..” jawabku singkat tanda sedia walau dengan berat hati.


“huh.. ini kan hari libur menggangu saja sih” rutukku dalam hati setelah Hp ku tutup, karena nanti malam juga aku ada acara sama temanku si Bram dan Jerry, untuk makan malam, aku janji mentraktir mereka di hari ultahku, untuk mempercepat waktu maka jam 17:00 sore dari tempat kos-ku, aku berangkat meluncur menuju rumah mr. Jhonatan, seorang consultant engineer dikantorku, dia adalah seorang cowok Bule usia 31 tahun, wajahnya sangat tampan, badannya besar dan kekar, berbulu, tingginya 182 cm dan belum menikah.

Jam 19:10 aku telah sampai dirumah mr. Jhon, buru-buru aku buka pagar rumahnya lalu aku masuk, setelah menstandarkan motorku, aku lari bergegas menuju pintu rumahnya, ku tekan bel pintunya 3 kali lebih, lalu mr. Jhon membukakan pintunya,.. “ooh.. ryan ada apa..malam-malam begini.. masuklah” sapanya.. ” ah gak usah pak, biar saya disini saja, lagian badan saya basah semua pak, jawabku, hujan yang sedari sore turun seolah-olah tak mau berhenti kayaknya ia ingin membuat Jakarta banjir,..
“ahh tidak apa-apa ryan.. masuk saja”.. aku turuti saja apa kata dia, lagian diluar dingin sekali, sesampai didalam aku tidak mau duduk, takut membasahi sofa indahnya..

sambil berdiri kuutarakan maksud kedatanganku, “ohh ya.. semua sudah saya persiapkan, tunggu sebentar yah..” kata Mr. Jhon, lalu dia berjalan menuju kamarnya guna mengambil data-data yang diminta Pak Bagus, boss kami, tiba-tiba Mr. Jhon menghentikan langkahnya lalu dia berkata “ryan kamu pastinya kedinginan gantilah pakaianmu dengan pakaianku ada kok yang seukuran dengan kamu” sambil dia tersenyum dan mengajakku kekamarnya, dia berkata begitu karena badanku dibanding badannya sungguh jauh berbeda dengan tinggi badan 170 cm tidak terlalu gemuk ukuran segini pastilah sangat jauh dibanding dengan badan Mr. Jhon yang menurutku super besar dan tinggi, melihat wajahnya aku jadi teringat dengan Ballack salah seorang striker Jerman, mereka hampir sama persis, lalu aku mengikutinya masuk kekamar dia, setelah cari sana cari sini akhirnya ketemu juga baju yang seukuran dengan tubuhku. “”wah baju ini bagus sekali Pak pas.. sekali dengan tubuhku, warnanyapun sangat kontras dengan kulitku” basa-basiku sekedar memecah keheningan, karena aku perhatikan selama aku ganti baju tadi dia selalu memperhatikan tubuhku yang putih bersih dan tidak ditumbuhi bulu dari kaki hingga kumis, hanya ada sejumput bulu dibagian kemaluanku saja.. hahaha.. kondisi seperti ini memang sangat tidak relevan dengan jenis kelaminku,.. hal inilah yang sering membuat aku minder terhadap bram dan jerry, mereka itu seperti beruang saja dimana-mana ada bulunya samalah dengan mr. Jhon si raksasa satu ini,..

Hujan diluar semakin menggila, hingga sebagian halaman rumah mr. Jhon mulai tergenang oleh air, “wah kalau hujan tidak berhenti juga kamu tidak bisa pulang ryan, data-data yang kau bawa itu tidak boleh terkena air hujan” kata mr. Jhon.

Sembari berharap hujan berhenti aku telpon dulu si Bram dan Jerry untuk mengatakan bahwa dinner malam ini batal, ternyata bram dan jerry pun maklum, begitu juga dengan Pak Bagus bossku dia juga memaklumi cuaca malam ini sedang tidak bersahabat, jadi malam ini aku tidak perlu repot-repot kerumahnya mengantar data-data ini, syukurlah.



Jam sudah menunjukkan pukul 21:00 namun hujan diluar sana belum juga ada tanda-tanda untuk menghentikan aksinya walau sejenak, sambil menonton acara TV aku berbincang-bincang dengan Mr. Jhon, aku sedikit gugup juga, karena sorot mata biru milik mr. Jhon seakan-akan mau menelanjangiku, tatapannya begitu tajam, “pak.. dimana kamar kecilnya” kataku untuk melepas kegugupanku. “disana..” jawabnya, sambil berjalan menuju kedapur mengambil minuman.

Setelah aku kembali ke ruang tamu, kulihat ada 2 botol minuman, wahh kayaknya asyik banget nih minuman, kata hatiku. Lanjut baca!

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Leave A Comment...

Viral Anal Seks Pertama di Area Kolam Renang 2

 Tradingan.com - Aku jadi kewalahan dalam menghadapi serangan Jerry yang tak kuduga sebelumnya, padahal aku yang punya rencana untuk memberikan kejutan pada Jerry, ternyata sebaliknya justru aku sendiri yang terkejut dengan ulah Jerry yang begitu diluar dugaanku sebelumnya.

“Jer, Jer, aku.. aku,” kataku yang tak bisa kulanjutkan lagi karena ciumannya pada bibirku dan kudengar bisikannya ditelingaku.
“Ar, Ar maafkan aku Ar, aku begitu mengagumimu dengan ketegaran hatimu dalam menghadapi kekalahan diarena, sejak itu ada perasaan simpati, ingin mengenalmu seutuhnya dan apa lagi aku nggak ngerti, aku memang gay,” jawab Jerry.



“Oh Jer, ternyata kita saling mengharapkan dan ingin saling mengetahui seutuhnya dari sisi kehidupan kita masing-masing,” lanjutku.
“Ok Jer, please aku siap mau kamu perlakukan semaumu malam ini,” kataku pasrah.
“Oh tentu Ar, tapi aku nggak mau egois, kamupun juga punya hak sama atas diriku, ok?” katanya.

Setelah kecupan dan saling melumat bibir masing-masing, aku mulai menciumi puting didada yang bidang itu dan kutelusupkan bibirku diketiaknya yang beraroma kejantanan itu, dan terus turun kepusarnya dan kurasakan ada benda hangat dan keras yang menyentuh-nyentuh leherku dari arah bawah yang segera kulumat benjolan sebesar telur ayam itu, ketika kumasukkan ke dalam mulutku kurasakan kehangatan benda itu dengan kejut-kejut yang menggelinjang dirongga mulutku. Kumasuk keluarkan tuh penis yang ngaceng kaku dengan bibirku sambil kuhisap-hisap dan kusedot-sedot dan rupanya Jerry merasakan kenikmatan yang luar biasa dengan apa yang kulakukan itu.

Karena aku tidak ingin segera mengakhiri permainan itu secepatnya, maka segera kulepaskan hisapanku pada penisnya dan kemudian yang menjadi sasaranku adalah kantong pelirnya dan terus kebawah lagi ke lubangnya yang ditumbuhi rambut-rambut halus disekelilingnya. Rupanya Jerry mengerti dengan apa yang kuinginkan, segera diraihnya botol lotion dan diusapkan disekitar lobangnya sambil berusaha untuk melemaskan lobangya dengan cara memasukkan jarinya ke dalam lobangnya.

“Ok, Ar aku sudah siap, please, masukkan punyamu dilobangku,” pintanya.
“Ok, Jer”

Segera kubimbing penisku yang ukurannya lebih kecil sedikit bila dibandingkan dengan penis Jerry yang kepalanya membonggol itu, kuarahkan kelobang pantat Jerry dan.

“Ohh, aduh Ar, enak Ar,” racau Jerry.
“Ayo terus Ar, goyang terus Ar”
“Ooohh Arr, ennaakk Ar, Yaahh, oohh yess enak Ar”

Akupun segera mengimbangi dengan gerakan maju mundur dengan cepatnya dan tak berapa lama kemudian aku mengejang dan

“Ohh Jer, aku mau keluar nih,” kataku.
“Ooohh, Jerr, enakk Jer, nikmat Jerr,” sambil kulumat bibirnya aku mengelosoh di sebelahnya dengan nafas yang masih tersengal-sengal sambil kunikmati sisa-sisa kenikmatan dari hasil pendakianku tadi kubisikkan ditelinga Jerry.
“Ayo Jerr, sekarang giliran kamu mengadakan pendakian sampai kepuncaknya”



Segera Jerry bangkit dari tidurnya dan kemudian mulai mencumbuiku dari ujung kepala sampai keujung kaki dan kemudian berhenti dipenisku yang barusan mengeluarkan pejuhnya. Dibuatnya bermain dengan lidahnya, dikulumnya dan disedotnya sampai kurasakan mulai ada ketegangan lagi yang menjalari penisku kemudian Jerry mulai mengendus kantong pelirku dan kemudian lidahnya bermain-main disekitar lobang anusku dan berusaha untuk memasukkan lidahnya ke dalam lobangku. Hal ini kurasakan berapa saat sampai aku sendiri merasakan lobangku sudah siap untuk menerima milik Jerry yang lebih besar dariku, ketika penetrasi dari penis Jerry mulai membuka lobangku kurasakan ada benda hangat yang menyeruak masuk dan aku merasakan kesakitan, pedih panas tapi itu kurasakan untuk beberapa saat sampai seluruh batang Jerry masuk sepenuhnya ke dalam lobangku dan dia memberikan sedikit waktu untuk relaks agar lobangku bisa menerima dan menyesuaikan dengan penisnya yang besar itu yang panjangnya sekitar 19 cm dengan diameter kurang lebih 5 cm itu. Lanjut baca!

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Leave A Comment...

Viral Anal Seks Pertama di Area Kolam Renang 1

 Biodataviral.com - Pesta Pekan Olahraga Nasional ke XV baru saja usai, akan tetapi kenangan dan bayangan wajah seorang atlit renang dari salah satu provinsi di Indonesia itu (sengaja aku nggak mau menyebutkan daerah asalnya), masih lekat terbayang dalam ingatanku, Jerry namanya.


Pada saat acara pembukaan PON XV semua atlit berdefile berdasarkan urutan yang sudah ditentukan oleh panitia penyelenggara, pada saat itu mataku menatap seraut wajah yang bagiku terasa lain dari pada yang lain, rasanya wajah itu begitu special bagiku dengan mata elangnya yang seakan menusuk sampai dasar hati yang paling dalam, untuk mengenalnya lebih jauh rasanya tidak mungkin karena begitu banyaknya peserta yang berdefile sedangkan jarak antara aku dan dia cukup lumayan jauhnya. Aku tahu dia atlit dari provinsi itu karena kulihat dari seragam yang dipakainya, karena di depan barisannya ada tulisan daerah asalnya yang begitu besar dan ditulis dengan huruf yang mencolok, tapi aku masih belum mengetahui dia atlit untuk cabang olah raga apa?

Sampai akhirnya suatu sore aku iseng-iseng datang ke gelanggang renang yang ada di GOR Renang Kertajaya, karena aku memang bukan atlit yang diunggulkan sehingga dalam babak penyisihan aja sudah keok, jadi masih banyak waktu yang tersisa untuk santai sambil menikmati rekan-rekan atlit berlaga digelanggangnya masing-masing. Dan aku paling menyukai gelanggang renang, karena alasannya yah tahu sendiri khan? Disana banyak body-body yang bagus yang hanya terbungkus celana yang sangat minim sekali bahkan seminim mungkin untuk meringankan gerak tubuh pada waktu berenang.

Pada saat babak penyisihan kudengar dari pengeras suara, yang menyebutkan nama-nama atlit yang akan berlaga dilintasan yang juga ikut disebutkan. Dan akhirnya kudengar sebuah nama Jerry atlit renang yang mewakili propinsinya yang sebelumnya sudah kuingat-ingat karena kepenasaranku. Betapa hatiku berdegup dengan kerasnya ketika kulihat si mata elang itu, ternyata dia bernama Jerry, oh Jerry, Jerryku kamu mau berlaga sore ini. Walaupun mataku hanya terpaku pada wajahnya dan bodinya yang begitu aduhai itu, dengan dada bidang membentuk segitiga dan pinggang yang ramping serta otot lengan yang bertonjolan tergambar secara jelas, mungkin sekali dia sering mengikuti program fitness yang cukup ketat.



Aku berusaha untuk menahan diri, akan tetapi aku tak mampu. Akhirnya aku bangkit dari dudukku dan menuju ruang ganti atlit karena aku tahu pasti bahwa sehabis berlaga pasti masuk keruang ganti untuk menunggu giliran selanjutnya kalau menang dan untuk ganti dengan pakaian seragam daerahnya kalau kalah. Ternyata setelah usai perlombaan renang tersebut, kudengar dari pengeras suara, namanya tidak terdaftar sebagai pemenang, akan tetapi dia berada diurutan yang kesekian sehingga dia tidak mungkin untuk tampil dibabak berikutnya dan hal ini aku makin bersorak karena dengan demikian aku mempunyai banyak waktu untuk berkenalan, mengobrol dan yang lainnya.

Ketika simata elang itu memasuki ruang ganti dengan wajah yang kuyu dan tak bersemangat, aku segera menghampirinya dan menyapanya. Lanjut baca!

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Leave A Comment...

Viral Kisah Catatan Perjalanan Anal Seks 2

 Topoin.com - Setelah BT cukup lama di kamar sehabis makan pagi, aku memutuskan untuk go for sight seeing, who knows bisa ketemu “barang bagus” a long the street (smile!). Kebetulan ada circle bus yang stationed di depan Holiday Inn, so, aku manfaatin aja. Dari Holiday Inn, tempatku menginap, bus tersebut menyususri jalan-2 yang bersih dengan pemandangan countryside yang khas Jepang. Hanya ada satu dua motor yang berseliweran dan bus-2 pariwisata yang saling mendahului dalam memberi jalan bagi kendaraan lain.


Circle bus tersebut berhenti berturut-turut di Nikko Winds Hotel, ANA Excel Hotel, Tokyu & Hilton Narita Hotel dan selanjutnya berhenti sejenak di Humax Cinema Complex (Spiderman ternyata masih ditayangkan disini), kemudian berturut-turut: AEON Shopping mall, Gobu Ohashi, Bon Belta Dept. Store, YOKADO shopping mall (ada Laox disini), Hana no yu hot spring spa, Keisei Narita Station dan Narita san Temple, kemudian balik ke Holiday Inn. Fare untuk circle bus ini hanya 150 Yen. Di jalan tidak banyak ditemui orang berseliweran, begitu juga pada setiap perhentian di depan hotel. Kebanyakan yang terlihat mejeng di halaman dan yang ikutan gabung hanya “wisman” bule. Lha kalo yang ini mah, di Indonesia juga buanyaak!!: p

Balik ke Hotel aku coba menghabiskan waktu dengan mengecek email pada pc yang connect ke internet. DI Holiday Inn, Tobu, Narita untuk menggunakan fasilitas internet, kita harus menyiapkan coin 100 yen tiap 10 menit. Benar-benar membosankan dan ribet. Padahal waktu nginap di Hotel Towa, Ueno, Tokyo, sarana internet ini disediakan gratis bagi penghuni bahkan ada 3 pc yang tersedia di counter. Nggak mungkinlah untuk waktu yang sempit ini dipakai chatting, so, aku akhirnya hanya memeriksa email yang masuk dan membalas email dari teman-2, teristimewa my Soul-mate di Bandung. Sekitar 6 coin tertelan timer box yang conected to PC, akhirnya aku balik ke kamar. Di kamar aku melihat tombol penyimpan pesan di telepon menyala dan ketika aku buka, ternyata Kenji.. Dia sudah di kantornya dan hanya sekedar say “Ohayo Gozaimasu”. Memang this Japanese perhatian dan ekspresinya berbeda dari other Japanese yang selalu dingin dan memendam rasa (?). Itulah keistimewaan Kenji.

Setelah rombongan China tiba, akhirnya kami berangkat dengan pemandu, Miss Akiko yang lebih sering dipanggil “Koko San”. Ini karena lidah bukan Jepang agak sulit menyebutkan or kepala non Japanese rada sukar mengingat namanya. Sekitar 30 menit berkendaraan bis dari Holiday Inn, Tobu, Narita akhirnya rombongan kami tiba di Markas OVTA yang megah dengan pekarangan depan yang luas dan bersih. Setelah registrasi ulang dan mendapat sekedar briefing, aku dan teman-2 memasuki lift menuju kamar masing-2.. Aku menempati kamar 709, dengan view yang langsung berhadapan dengan jalan raya. Gedung “AM PM” tepat di seberang jalan yang langsung berhadapan dengan Carrefour, Makuhari yang merupakan next building to OVTA. Hari ini, Jum’at tgl. 2 Agustus 2022, dan sore ini Kenji akan menjemputku di OVTA.



Jam 6:15 pm aku mendengar ada ketukan di pintu, dengan malas aku bangun dan melangkah gontai ke arah pintu. Yukata yang aku kenakan tidak aku ganti karena berharap aku akan tidur lagi setelah interupsi ‘knocking’ yang aku pastikan dari teman serombongan entah untuk alasan apa lagi. Susah yah jadi anggota rombongan termuda, apa-apa, aku yang kebagian disuruh terus. Yah presentasilah, yah beresin bahan presentasilah, yah.. yahh.. yahh.. Pokoknya yahh.. semua tugas yang kadang menyita waktu istirahat. Lanjut baca!

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Leave A Comment...

Viral Kisah Catatan Perjalanan Anal Seks 1

 Aopok.com - Garuda A 330-300 dengan nomor penerbangan 880 mendarat dengan mulus di Airport Narita, Kamis, 1 Agustus 2022, tepat jam 9:53 pagi waktu setempat. Jam tanganku yang masih setia mendisplay tanda waktu Jakarta menunjukkan angka 7:54 WIB, Aku melangkah perlahan dalam deretan panjang penumpang multi ras yang tak sabar untuk melepaskan kebosanan terbang berjam-jam dari Jakarta, di luar pesawat. Tepat di depanku sepasang Suami-Istri Japanese muda (atau kekasih) ribut mesra bagaikan sepasang cucakrowo.


Mataku langsung menangkap sosok si Pria yang lumayan tampan dengan badan atletis (jarang yang begini ini ditemui di antara pria-2 Skinny di Jepang). Sekali-2 si Pria menggerayangi pinggul dan pantat si gadis, sementara si gadis menggelendot manja sambil cekikikan. Antrian berjalan lambat dan adu piting di depanku makin seru seolah malam bagi keduanya. Aku terkesima melihat sedemikian ekspresifnya sang “sejoli” mengutarakan perasaannya, terlebih lagi di depan publik, dengan cueknya mereka saling menjawil, meraba, meluk, kissing dan .. ahh.. semoga teman-2 Japanese yang akan aku temui sehangat ini nantinya. Mengingat tempat sementaraku beraktifitas adalah Chiba Perfecture, yang masih asing bagi aku. Ehheemm..

“Ohayo Gozaimasu.. arigatoo!! (Selamat Pagi.. Terima kasih) ” Sapa pramugari di depan pintu keluar mengagetkanku. Sialan, apa tampangku seperti Japanese yang habis suntan (sampe gosong) di Bali apa? Aku masih bangga jadi orang Indonesia dengan dark skin-nya kok, buktinya waktu aku di Birmingham, setiap kali masuk G Bar, selalu dikelilingi Caucasians yg dalam setiap kesempatan selalu jadi admirers-ku! (nggak nyombong lho! J). Comment mereka selalu bahwa aku punya kulit yang bagus dan tidak kuning seperti Asian people lainnya. Yah aku sergah aja dengan “tentu aja, wong aku orang Indonesia!!”

Kedatanganku kali ini sudah diketahui oleh Kenji, tetapi aku minta agar dia tidak usah menjemputku karena aku bersama rombongan resmi, walaupun cuman berempat, selain itu dari Pihak OVTA (Overseas Vocational Training
Association), promotor kami (ceileh kayak mo tinju) telah menyiapkan jemputan bagi kami. Lagian aku kasihan pada Kenji yang harus jauh-2 dari Nagoya hanya sekedar datang untuk menjemputku dan setelah itu harus kembali lagi ke Nagoya.

Selesai pengecekkan keimigrasian, aku mengambil suitcase dan bergegas mengikuti teman-2 rombongan yang sudah mendahului menuju lobby. Sementara aku menandatangani tanda terima “uang saku” dari OVTA yang disodori Ms. Wakako, sekonyong-konyong terasa ada yang menarik lengan hemku. Ketika aku berpaling.. 



KENJI berdiri disana dengan senyum lebar from ear to ear sehingga matanya nyaris tinggal segaris lurus!! Ah mata itu, aku demen buanget ama matanya yang berbentuk api lilin dengan kebeningan yang menyiratkan kehangatan dan kekocakkan yang tersimpan didalamnya.
Sesaat aku tercekat karena tidak berharap akan bertemu Kenji di Narita Airport. Instead of shake our heads (bowing maksudne), Kenji embraced me, dan aku bisa membaui kesegaran Gucci Envy yang jadi ciri Kenji. Damnn..!!

Anak ini ngangenin bener. Tapi tentu aja, aku harus tidak hanyut dalam gestures mencurigakan karena selain mata-2 Japanese yang melintas memandang curious, ada teman serombongan yang rata-2 ngablak dan asal njeblak jika, Lanjut baca!

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Leave A Comment...

Kisah Ngentot Anal Anak Majikan

 Tradingan.com - Lima bulan sudah aku bekerja sebagai seorang pembantu rumahtangga di keluarga Pak Rahadi. Aku memang bukan seorang yang makan ilmu bertumpuk, hanya lulusan SD. Tetapi karena niatku untuk bekerja memang sudah tidak bisa ditahan lagi, akhirnya aku pergi ke kota Surabaya, dan beruntung bisa memperoleh majikan yang baik dan bisa memperhatikan kesejahteraanku. Sering terkadang aku mendengar kisah tentang nasib beberapa orang pembantu rumah tangga di kompleks perumahan. Ada yang pernah ditampar majikannya, atau malah bekerja seperti seekor sapi perahan saja.


Ibu Rahadi pernah bilang bahwa beliau menerimaku menjadi pembantu rumahtangganya lantaran usiaku yang relatif masih muda. Beliau tak tega melihatku luntang-lantung di kota metropolis ini. “Jangan-jangan kamu nanti malah dijadikan wanita panggilan oleh para calo WTS yang tak bertanggungjawab.” Itulah yang diucapkan beliau kepadaku.

Usiaku memang masih 18 tahun dan terkadang aku sadar bahwa aku memang cantik, berbeda dengan para gadis desa asalku. Pantas saja jika Ibu Rahadi berkata begitu terhadapku.

Namun akhir-akhir ini ada sesuatu yang mengganggu pikiranku, yakni tentang perlakuan Mas Rizal terhadapku. Mas Rizal adalah anak bungsu keluarga Bapak Rahadi. Dia masih kuliah di semester 6, sedangkan kedua kakaknya telah berkeluarga. Mas Rizal baik dan sopan terhadapku, hingga aku jadi rikuh bila berada di dekatnya. Sepertinya ada sesuatu yang bergetar di tubuhku. Jika aku ke pasar, Mas Rizal tak segan untuk mengantarkanku. Bahkan ketika naik mobil aku tidak diperbolehkan duduk di jok belakang, harus di sampingnya. Ahh.. Aku selalu jadi merasa tak nikmat. Pernah suatu malam sekitar pukul 20.00, Mas Rizal hendak membikin mie instan di dapur, aku bergegas mengambil alih dengan alasan bahwa yang dilakukannya pada dasarnya adalah tugas dan kewajibanku untuk bisa melayani majikanku. Tetapi yang terjadi Mas Rizal justru berkata kepadaku, “Nggak usah, Santi. Biar aku saja, agak apa-apa kok..”

“Nggak.. nggak apa-apa kok, Mas”, jawabku tersipu sembari menyalakan kompor gas.

Tiba-tiba Mas Rizal menyentuh pundakku. Dengan lirih dia berucap, “Kamu sudah capek seharian bekerja, Santi. Tidurlah, besok kamu harus bangun khan..”

Aku hanya tertunduk tanpa bisa berbuat apa-apa. Mas Rizal kemudian melanjutkan memasak. Namun aku tetap termangu di sudut dapur. Hingga kembali Mas Rizal menegurku.

“Santi, kenapa belum masuk ke kamarmu. Nanti kalau kamu kecapekan dan terus sakit, yang repot kan kita juga. Sudahlah, aku bisa masak sendiri kalau hanya sekedar bikin mie seperti ini.”

Belum juga habis ingatanku saat kami berdua sedang nonton televisi di ruang tengah, sedangkan Bapak dan Ibu Rahadi sedang tidak berada di rumah. Entah kenapa tiba-tiba Mas Rizal memandangiku dengan lembut. Pandangannya membuatku jadi salah tingkah.

“Kamu cantik, Santi.”
Aku cuma tersipu dan berucap,
“Teman-teman Mas Rizal di kampus kan lebih cantik-cantik, apalagi mereka kan orang-orang kaya dan pandai.”

“Tapi kamu lain, Santi. Pernah tidak kamu membayangkan jika suatu saat ada anak majikan mencintai pembantu rumahtangganya sendiri?”
“Ah.. Mas Rizal ini ada-ada saja. Mana ada cerita seperti itu”, jawabku.
“Kalau kenyataannya ada, bagaimana?”
“Iya.. nggak tahu deh, Mas.”

Kata-katanya itu yang hingga saat ini membuatku selalu gelisah. Apa benar yang dikatakan oleh Mas Rizal bahwa ia mencintaiku? Bukankah dia anak majikanku yang tentunya orang kaya dan terhormat, sedangkan aku cuma seorang pembantu rumahtangga? Ah, pertanyaan itu selalu terngiang di benakku.

Tibalah aku memasuki bulan ke tujuh masa kerjaku. Sore ini cuaca memang sedang hujan meski tak seberapa lebat. Mobil Mas Rizal memasuki garasi. Kulihat pemuda ini berlari menuju teras rumah. Aku bergegas menghampirinya dengan membawa handuk untuk menyeka tubuhnya. Lanjut baca!

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Leave A Comment...

ad2

Chord dan Lirik

Explore Indonesia