Trading dan Investasi

ad1

Iklan Gratis

Viral Masuk Lobang Anus di Parkiran Motor

 Iklans.com - Tanggal 17 Agustus 2022 seharus menjadi tanggal dan hari yang paling spesial buatku, karena hari itu tepat usiaku 25 tahun, tapi kenyataan berkata lain, tanggal keramat tersebut justru menjadi saksi dari kejadian yang menimpaku dan sekaligus telah merubah jalan kehidupanku.

Begini ceritanya, pada sore hari kira-kira pukul 13.00 HP-ku berbunyi “haloo.. ” sahutku, hmm suara diujung sana sangat aku kenal itu suara boss ku ” ryan.. bisakah kau nanti malam kerumah mr. Jhonatan untuk mengambil data-data yang sangat kuperlukan, tolong kalau bisa dari rumah jhon langsung kau antar kerumah saya..okay” pinta boss ku, “baik pak..” jawabku singkat tanda sedia walau dengan berat hati.


“huh.. ini kan hari libur menggangu saja sih” rutukku dalam hati setelah Hp ku tutup, karena nanti malam juga aku ada acara sama temanku si Bram dan Jerry, untuk makan malam, aku janji mentraktir mereka di hari ultahku, untuk mempercepat waktu maka jam 17:00 sore dari tempat kos-ku, aku berangkat meluncur menuju rumah mr. Jhonatan, seorang consultant engineer dikantorku, dia adalah seorang cowok Bule usia 31 tahun, wajahnya sangat tampan, badannya besar dan kekar, berbulu, tingginya 182 cm dan belum menikah.

Jam 19:10 aku telah sampai dirumah mr. Jhon, buru-buru aku buka pagar rumahnya lalu aku masuk, setelah menstandarkan motorku, aku lari bergegas menuju pintu rumahnya, ku tekan bel pintunya 3 kali lebih, lalu mr. Jhon membukakan pintunya,.. “ooh.. ryan ada apa..malam-malam begini.. masuklah” sapanya.. ” ah gak usah pak, biar saya disini saja, lagian badan saya basah semua pak, jawabku, hujan yang sedari sore turun seolah-olah tak mau berhenti kayaknya ia ingin membuat Jakarta banjir,..
“ahh tidak apa-apa ryan.. masuk saja”.. aku turuti saja apa kata dia, lagian diluar dingin sekali, sesampai didalam aku tidak mau duduk, takut membasahi sofa indahnya..

sambil berdiri kuutarakan maksud kedatanganku, “ohh ya.. semua sudah saya persiapkan, tunggu sebentar yah..” kata Mr. Jhon, lalu dia berjalan menuju kamarnya guna mengambil data-data yang diminta Pak Bagus, boss kami, tiba-tiba Mr. Jhon menghentikan langkahnya lalu dia berkata “ryan kamu pastinya kedinginan gantilah pakaianmu dengan pakaianku ada kok yang seukuran dengan kamu” sambil dia tersenyum dan mengajakku kekamarnya, dia berkata begitu karena badanku dibanding badannya sungguh jauh berbeda dengan tinggi badan 170 cm tidak terlalu gemuk ukuran segini pastilah sangat jauh dibanding dengan badan Mr. Jhon yang menurutku super besar dan tinggi, melihat wajahnya aku jadi teringat dengan Ballack salah seorang striker Jerman, mereka hampir sama persis, lalu aku mengikutinya masuk kekamar dia, setelah cari sana cari sini akhirnya ketemu juga baju yang seukuran dengan tubuhku. “”wah baju ini bagus sekali Pak pas.. sekali dengan tubuhku, warnanyapun sangat kontras dengan kulitku” basa-basiku sekedar memecah keheningan, karena aku perhatikan selama aku ganti baju tadi dia selalu memperhatikan tubuhku yang putih bersih dan tidak ditumbuhi bulu dari kaki hingga kumis, hanya ada sejumput bulu dibagian kemaluanku saja.. hahaha.. kondisi seperti ini memang sangat tidak relevan dengan jenis kelaminku,.. hal inilah yang sering membuat aku minder terhadap bram dan jerry, mereka itu seperti beruang saja dimana-mana ada bulunya samalah dengan mr. Jhon si raksasa satu ini,..

Hujan diluar semakin menggila, hingga sebagian halaman rumah mr. Jhon mulai tergenang oleh air, “wah kalau hujan tidak berhenti juga kamu tidak bisa pulang ryan, data-data yang kau bawa itu tidak boleh terkena air hujan” kata mr. Jhon.

Sembari berharap hujan berhenti aku telpon dulu si Bram dan Jerry untuk mengatakan bahwa dinner malam ini batal, ternyata bram dan jerry pun maklum, begitu juga dengan Pak Bagus bossku dia juga memaklumi cuaca malam ini sedang tidak bersahabat, jadi malam ini aku tidak perlu repot-repot kerumahnya mengantar data-data ini, syukurlah.



Jam sudah menunjukkan pukul 21:00 namun hujan diluar sana belum juga ada tanda-tanda untuk menghentikan aksinya walau sejenak, sambil menonton acara TV aku berbincang-bincang dengan Mr. Jhon, aku sedikit gugup juga, karena sorot mata biru milik mr. Jhon seakan-akan mau menelanjangiku, tatapannya begitu tajam, “pak.. dimana kamar kecilnya” kataku untuk melepas kegugupanku. “disana..” jawabnya, sambil berjalan menuju kedapur mengambil minuman.

Setelah aku kembali ke ruang tamu, kulihat ada 2 botol minuman, wahh kayaknya asyik banget nih minuman, kata hatiku. Lanjut baca!

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Leave A Comment...

ad2

Chord dan Lirik

Explore Indonesia