Trading dan Investasi
ad1
Iklan Gratis
Viral Anal Seks Pertama di Area Kolam Renang 2
Tradingan.com - Aku jadi kewalahan dalam menghadapi serangan Jerry yang tak kuduga sebelumnya, padahal aku yang punya rencana untuk memberikan kejutan pada Jerry, ternyata sebaliknya justru aku sendiri yang terkejut dengan ulah Jerry yang begitu diluar dugaanku sebelumnya.
“Jer, Jer, aku.. aku,” kataku yang tak bisa kulanjutkan lagi karena ciumannya pada bibirku dan kudengar bisikannya ditelingaku.
“Ar, Ar maafkan aku Ar, aku begitu mengagumimu dengan ketegaran hatimu dalam menghadapi kekalahan diarena, sejak itu ada perasaan simpati, ingin mengenalmu seutuhnya dan apa lagi aku nggak ngerti, aku memang gay,” jawab Jerry.
“Oh Jer, ternyata kita saling mengharapkan dan ingin saling mengetahui seutuhnya dari sisi kehidupan kita masing-masing,” lanjutku.
“Ok Jer, please aku siap mau kamu perlakukan semaumu malam ini,” kataku pasrah.
“Oh tentu Ar, tapi aku nggak mau egois, kamupun juga punya hak sama atas diriku, ok?” katanya.
Setelah kecupan dan saling melumat bibir masing-masing, aku mulai menciumi puting didada yang bidang itu dan kutelusupkan bibirku diketiaknya yang beraroma kejantanan itu, dan terus turun kepusarnya dan kurasakan ada benda hangat dan keras yang menyentuh-nyentuh leherku dari arah bawah yang segera kulumat benjolan sebesar telur ayam itu, ketika kumasukkan ke dalam mulutku kurasakan kehangatan benda itu dengan kejut-kejut yang menggelinjang dirongga mulutku. Kumasuk keluarkan tuh penis yang ngaceng kaku dengan bibirku sambil kuhisap-hisap dan kusedot-sedot dan rupanya Jerry merasakan kenikmatan yang luar biasa dengan apa yang kulakukan itu.
Karena aku tidak ingin segera mengakhiri permainan itu secepatnya, maka segera kulepaskan hisapanku pada penisnya dan kemudian yang menjadi sasaranku adalah kantong pelirnya dan terus kebawah lagi ke lubangnya yang ditumbuhi rambut-rambut halus disekelilingnya. Rupanya Jerry mengerti dengan apa yang kuinginkan, segera diraihnya botol lotion dan diusapkan disekitar lobangnya sambil berusaha untuk melemaskan lobangya dengan cara memasukkan jarinya ke dalam lobangnya.
“Ok, Ar aku sudah siap, please, masukkan punyamu dilobangku,” pintanya.
“Ok, Jer”
Segera kubimbing penisku yang ukurannya lebih kecil sedikit bila dibandingkan dengan penis Jerry yang kepalanya membonggol itu, kuarahkan kelobang pantat Jerry dan.
“Ohh, aduh Ar, enak Ar,” racau Jerry.
“Ayo terus Ar, goyang terus Ar”
“Ooohh Arr, ennaakk Ar, Yaahh, oohh yess enak Ar”
Akupun segera mengimbangi dengan gerakan maju mundur dengan cepatnya dan tak berapa lama kemudian aku mengejang dan
“Ohh Jer, aku mau keluar nih,” kataku.
“Ooohh, Jerr, enakk Jer, nikmat Jerr,” sambil kulumat bibirnya aku mengelosoh di sebelahnya dengan nafas yang masih tersengal-sengal sambil kunikmati sisa-sisa kenikmatan dari hasil pendakianku tadi kubisikkan ditelinga Jerry.
“Ayo Jerr, sekarang giliran kamu mengadakan pendakian sampai kepuncaknya”
Artikel Terkait
Segera Jerry bangkit dari tidurnya dan kemudian mulai mencumbuiku dari ujung kepala sampai keujung kaki dan kemudian berhenti dipenisku yang barusan mengeluarkan pejuhnya. Dibuatnya bermain dengan lidahnya, dikulumnya dan disedotnya sampai kurasakan mulai ada ketegangan lagi yang menjalari penisku kemudian Jerry mulai mengendus kantong pelirku dan kemudian lidahnya bermain-main disekitar lobang anusku dan berusaha untuk memasukkan lidahnya ke dalam lobangku. Hal ini kurasakan berapa saat sampai aku sendiri merasakan lobangku sudah siap untuk menerima milik Jerry yang lebih besar dariku, ketika penetrasi dari penis Jerry mulai membuka lobangku kurasakan ada benda hangat yang menyeruak masuk dan aku merasakan kesakitan, pedih panas tapi itu kurasakan untuk beberapa saat sampai seluruh batang Jerry masuk sepenuhnya ke dalam lobangku dan dia memberikan sedikit waktu untuk relaks agar lobangku bisa menerima dan menyesuaikan dengan penisnya yang besar itu yang panjangnya sekitar 19 cm dengan diameter kurang lebih 5 cm itu. Lanjut baca!

Tidak ada komentar :
Posting Komentar
Leave A Comment...